Tentang Kami

Kondisi hukum saat ini telah mencapai stadium ordinary crimes, sehingga para penegak hukum termasuk para advokat dituntut memiliki kecerdasan moral, kearifan intelektual, kesadaran spiritual tak terbatas pada sesuatu yang berdimensi politik yang menimbulkan respons negatif dan terkadang tebang pilih. Maka kami JANNES HUTAPEA & REKAN tetap mengedepankan preferensi aksiologis terbaik yang dapat dipertanggungjawabkan kepada kebenaran, ilmu, nurani, common sense dan rasa keadilan klien kami.

Idealisme advokat akan tercermin dari kemampuan teknis penerapan hukum (legal technical capacity) dan kepekaan moral dalam membela untuk kepentingan dan atas nama klien, sebaliknya kegagalan akan terjadi manakala penegakan hukum yang dilakukan advokat tidak mengandung unsur kebenaran dan keadilan, tidak memiliki nilai dan bias nurani yang menimbulkan derita sistemik bagi klien. Sehingga tergantung kepada klien dalam menentukan legal behavior untuk memutuskan dan menjatuhkan pilihan satu advokat dari sekian banyak advokat yang berkualitas dengan bijak dan seksama.

Kami menyadari dengan kerendahan sepenuh hati, sebagai bahan pertimbangan kami sajikan Partnership Profile sebagai orientasi global bentuk jasa layanan kami dalam memberikan konsultasi hukum, bantuan hukum dan melakukan tindakan hukum lain untuk dan atas nama klien baik di luar maupun di dalam pengadilan (litgation & non litigation aid).

JANNES HUTAPEA & REKAN terdiri dari rekan-rekan para advokat senior yang telah memiliki ijin sebagai advokat dari Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia), disamping berpengalaman dalam dunia advokasi hukum juga aktif sebagai akademisi dan praktisi pada bidang lain yang masih relevansi empiris dan profesional seperti, Dosen, Pelaku usaha, Praktisi Perbankan dan Purnawirawan Pejabat Polri.

2 Responses to Tentang Kami

  1. siska angelin purba says:

    Yang terhormat pak Jannes Hutapea,
    Saya tertarik dengan artikel anda. Saya sendiri memiliki kartu kredit dibeberapa bank. Akan tetapi dari semua debt colektor yang arogan adalam anz, standard charter bank dan danamon. Mereka para debt colektor tsb malah tak sungkan menteror saya dengan sms. Saya sudah katakan kepada bank tersebut bahwa saya sedang mengalami kesulitan keuangan, saya tidak sanggup dengan program cicilan yg mereka tawarkan dengan bunga berkisar 0,5% s/d 1% perbulan dari total tagihan saat ini yang sudah bunga berbunga oleh mereka. Tetapi mereka tidak mau mengerti bahkam mereka sepertinyasengaja kompakan menagih saya dikantor bahkan mereka juga memberitahu kepada atasan saya yg berakibat saya mendapat peringatan keras. Yang ingin saya tanyakan apakah tindakan debt kolektor yg sengaja berkumpul menagih saya dikantor itu diperbolehkan? Apakah memberitahu kepada bos juga diperbolehkan? Tindakan apa
    yang harus saya katakan kepada mereka dan juga kepada bos saya dan
    terhadap rekan saya yang mencampuri hal ini. Terus trang hal ini tlah
    menjadi komsumsi publik dan saya sangat malu. Terima kasih atas
    bantuannya pak.
    salam
    Siska

    • Untuk penagihan hanya boleh dilakukan kepada yang bersangkutan pemegang KK, menurut surat edaran BI tahun 2012 penagihan oleh Debt Col harus dengan cara beretika tidak boleh mempermalukan pemegang KK, mengancam secara verbal atau tulisan, termasuk kantor. Jadi tindakan mereka jelas tidak benar, cara menghadapai yang terbaik adalah meminta FC Surat Tugas mereka untuk selanjutnya melakukan complain ke pihak Bank, atau melakukan pengaduan ke YLKI atau BI. Melakukan negosiasi ulang dengan pihak Bank. Atau tindakan hukum melalui Bantuan Hukum LBH. Semoga masukan kami dapat membantu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: